Tampilkan postingan dengan label edukasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label edukasi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 12 Agustus 2012

Stop Labeling Pada Anak

Image
“Aduh kok kamu lambat banget seh nangkapnya?”
“Kok kamu bego banget ya anak mama bukan sih?”
“Kamu ini dah mama bilangin, ga ngerti-ngerti juga?”
“Kamu mau ngelawan papa ya? dasar anak susah banget dibilangin…..”
“Kalo sekarang kamu aja udah males mau jadi apa kamu besar nanti? Bisa-bisa cuma jadi pecundang…..”

Pendidikan pada Anak

Pendidikan pada AnakPendidikan pada anak sangat perlu diperhatikan mengingat sebagai orang tua kita tentu menginginkan hal yang terbaik bagi anak kita. Tapi bagi orang tua yang tidak mengeti tentang dunia pendidikan akan mengesampingkan hal ini.

Jumat, 10 Agustus 2012

Tiga Siswa SD Papua Membuat "Game" Simulator Mengemudi


Game "car simulator" yang dibuat oleh tiga siswa SD asal Papua. Permainan ini memberikan wawasan mengenai keterampilan mengemudi dan aturan tertib berlalu lintas. 
 

Tiga orang siswa SD asal Papua berhasil membuat game simulator mengemudi. Mereka adalah Stepanus Defi M (SD YPPK St. Yosep Wendu, Kabupaten Merauke, Provinsi Papua), Petrus Mbuan (SD YPPK St. Mikael, Kabupaten Merauke, Provinsi Papua), dan Silvester Jakfu (SD YPPK Salip Suci, Kabupaten Asmat, Papua).

Kamis, 09 Agustus 2012

Anakku, Raihlah Cita-citamu. Kami Tak Akan “Membeli”kannya Untukmu.

13445053231118346702
Sumber gambar : Album Ilustrasi K - by Kampret Klik

Sekitar 6 tahun lalu, saya pernah nonton sebuah acara di stasiun TV swasta lokal di Surabaya, yang menanyakan apa cita-cita dari sekelompok anak Jepang usia TK dan SD. Jawaban mereka sederhana : jadi sopir truk, penjaga toko dan beberapa profesi lainnya yang jarang disebut kalau kita menanyakan cita-cita pada anak Indonesia. Sejak masih dalam gendongan ibu, umumnya anak-anak Indonesia sudah dibisikkan agar kalau besar nanti jadi dokter, “insinyur”, astronot, pilot, arsitek dan beberapa profesi “mentereng” lainnya. Yang paling banyak memang jadi dokter.

Pentingnya Sex Education

Polemik tentang urgensi ”Sex Education” dimasukkan kedalam kurikulum sekolah, merupakan wacana yang mengemuka akhir-akhir ini, baik dalam forum-forum seminar maupun obrolan ringan saat rehat di ruang kerja. Tidak ada asap bila tidak ada api, wacana ini muncul seiring menggilanya seks bebas di kalangan remaja. Data hasil survei 2008 Kementrian Negara Pemberdayaan Perempuan menunjukkan, sebanyak 63 persen remaja SMP sudah melakukan hubungan seks..Sedangkan 21 persen siswa SMA pernah melakukan aborsi. 

Pengertian Sex Education (Pendidikan Seks)

Pendidikan seks dapat diartikan sebagai penerangan tentang anatomi, fisiologi seks manusia, dan bahaya penyakit kelamin.
Pendidikan seks adalah membimbing serta mengasuh seseorang agar mengerti tentang arti, fungsi, dan tujuan seks sehingga ia dapat menyalurkan secara baik, benar, dan legal.

Konsep Pengasuhan (Parenting)

Parent dalam parenting memiliki beberapa definisi-ibu, ayah, seseorang yang akan membimbing dalam kehidupan baru, seorang penjaga, maupun seorang pelindung. Parent adalah seseorang yang mendampingi dan membimbing semua tahapan pertumbuhan anak, yang merawat, melindungi, mengarahkan kehidupan baru anak dalam setiap tahapan perkembangannya (Brooks, 2001).

Anak Malas Mandi? Ini Solusinya!


Anak sering menolak saat diajak mandi? Tahukah Ma, anak masih sangat menyukai dimandikan layaknya seorang bayi. Bahkan mereka pun masih sangat suka bermain di kolam. 

Namun Ma, ingat ya jangan sampai Anda menghilangkan kebiasaan mandi untuk menghindari konfrontasi dengan anak . Tetapkan waktu mandi dengan anak sehingga tidak mengganggu aktivitas lain setiap harinya. Biasakan mandi pagi setiap hari agar mandi di bak merupakan kegiatan di pagi hari yang menyenangkan.